Thursday, January 7, 2016

BISNIS PRODUK PERAWATAN TUBUH BERBAHAN NATURAL



Kembali ke alam untuk perawatan tubuh memang terasa lebih aman. Sayangnya, jika harus menyiapkan sendiri buah, minyak, atau biji-bijian setiap kali ingin melakukan perawatan, rasanya sangat tidak praktis. Meluasnya pasar berbagai makanan organic belakangan juga mendorong munculnya produk kosmetik natural. Yakni, kosmetik atau produk perawatan tubuh yang diproduksi dengan bahan-bahan alami. Media social yang praktis sebagai gerai penjualan pun membuat semakin banyaknya pilihan kosmetik naural yang berasal dari industri rumahan.

Laila Larisa dengan merek Skin Junkies merupakan salah satu pelaku usaha di bidang ini. Ia memfokuskan produknya pada bahan perawatan tubuh, seperti sabun batang, scrub, dan minyak esensial. Ia memulai usahanya ini dari sebuah tugas kuliah. Tujuannya saat itu ingin menyebarkan virus-virus perawatan tubuh dengan bahan alami kepada masyarakat banyak. Dan apa yang dicita-citakannya itu nampaknya sudah sedikit berhasil. Kini produknya sudah semakin banyak yang mencari karena menggunakan bahan yang alami, jadi sangat aman untuk kulit dan tubuh.


Ada lagi Moloka Farm Living yang merupakan usaha berjenjang milik Esterlyta Pandjaitan atau biasa dipanggil Lyta. Usaha ini dirintis sejak pertengahan 2012 dengan konsep menghasilkan produk-produk olahan susu kambing dari peternakan keluarga di Parung, Bogor, Jawa Barat. Moloka Farm Living memproduksi susu kambing segar, yoghurt dari susu kambing, keju dari susu kambing, dan patchouli sachet (natural kamper/insect repellent).

Sabun adalah salah satu produk turunan susu kambing yang diproduksinya pada pertengahan 2012. Susu kambing ini sebetulnya sudah sejak zaman Cleopatra menjadi bahan untuk merawat kecantikan, pelembap natural, dan sangat cocok juga untuk jenis kulit sensitif. Produk-produk tersebut mengandung patchouli essential oil yang sedikitnya mengandung empat jenis minyak nabati. Kandungan ini sangat berguna menjaga kelembapan kulit secara alami dan tidak mengandung detergen.




Selain produk yang mengandung susu kambing, Moloka memiliki alternative vegan soap yang memanfaatkan khasiat gandum. Seluruh produk Moloka memang menggunakan bahan alami, bahan yang dikonsumsi sehari-hari sehingga produknya sangat aman. Lyta menuturkan, respons masyarakat terrhadap produk organic ini amat positif. Terbukti produk sabunnya sudah tersebar di seluruh Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya), Bali, dan Sumatera (Medan, Batam, Jambi, Lampung). Ia juga memasarkan produknya ini ke turis-turis Jepang yang berkunkung ke Tanah Air.

Nabilah Syechbubakar juga salah satu pelaku usaha produk perawatan tubuh berbahan natural, dengan merek Nabsye Natural. Ia mengambil bahan-bahan produknya dari petani lokal, dan biasanya membuat produknya sehari atau dua hari sebelum dipasarkan, baik untuk pameran maupun pesanan. Produknya berbahan dasar bees wax, minyak esensial, vitamin, dan wewangian alami dari lavender, jahe, melati, pepermin, lemon, mawar, dan lainnya. Total ada 11 varian untuk solid aromatherapy.

Menurut Nabila, setiap pelaku bisnis natural tidak hanya berlaku sebagai penjual, tapi juga seperti penyuluh. Ada sisi edukasi yang harus diberikan kepada pembeli tentang produk natural tersebut. Baik Moloka, Skin Junkies ataupun Nabsye Natural sampai saat ini masih melakukan pemasaran melalui online, seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Selain itu, mereka juga sering mengikuti pameran-pameran untuk langsung bertemu pelanggan.

Para produsen kosmetik alami ini berharap masyarakat bisa lebih mengenal manfaat produk natural. Terutama, agar konsumen memahami bahwa produk semacam ini tidak menjanjikan hasil instan. Menurut mereka, memakai produk natural tidak hanya sehat untuk diri sendiri, tapi juga baik untuk lingkungan.














reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/01/bisnis-produk-perawatan-tubuh-berbahan.html
Read More

MARLIN AGUSTINA RUDI, Olah Gonggong Menjadi Makanan Oleh-Oleh Khas Batam




Bagi masyarakat Kepulauan Riau khususnya yang tinggal di Batam, gonggong atau sejenis kerang laut adalah makanan khas tradisional yang disukai. Rasanya yang kenyal dan gurih mirip cumi-cumi itu biasanya dikonsumsi dengan cara direbus dan disajikan dengan saus sambal. Penyajian gonggong yang standar itu, menggelitik ide Marlin Agustina Rudi, istri Wakil Walikota Batam, H Muhammad Rudi SE.MM untuk mengutak-atiknya menjadi berbagai macam kreasi makanan berbahan serba gonggong.

Marlin mengolah gonggong menjadi otak-otak gonggong, bola bola bakso gong, nugget, risol gong, epok-epok gong, dan kerupuk gong. Beberapa kreasi makanan serba gonggong itu lalu diberi merk Safa. Menurut Marlin, produk Safa diolah dari gonggong pilihan. Bahannya dipilih yang terseleksi dan berkualitas. Marlin, yang memang hobi memasak dan membuat kue ini, selalu berusaha menjaga kelezatan dan keunikan rasa gonggong sesuai dengan rasa aslinya.


Masih menurut Marlin, karena memiliki kandungan protein yang tinggi, gonggong sangat bagus untuk dikonsumsi anak-anak. Marlin sadar, anak-anak zaman sekarang sangat menyukai makanan-makanan cepat saji seperti bakso dan nugget. Oleh karena itu ia harus mengemas gonggong dan mengubahnya menjadi makanan yang disenangi anak-anak.

Setelah melakukan uji coba rasa, selanjutnya Marlin pun mencari tahu bagaimana mengurus perizinan hingga mengemas hasil produksi dengan standar produk siap saji profesional. Beruntung, suaminya mendukung penuh keinginan Marlin untuk mengangkat gonggong sebagai makanan yang layak dijadikan oleh-oleh khas Batam.

Meskipun baru diluncurkan pada pertengahan bulan Juni 2014, respons masyarakat terhadap gonggong siap saji ini cukup menggembirakan. Kini produk Safa bisa didapat di Galeri Rumahan, di Kompleks Rosedale Blok E no 107, Batam Centre. Marlin mengakui, kesuksesannya ini juga berkat kerja sama dengan ibu-ibu PKK di kota Batam yang turut membantu memasarkan produk Safa. Ia memang sekaligus ingin memberikan peluang penghasilan tambahan bagi ibu-ibu yang ingin memasarkan gonggong. Marlin pun berharap, kelak, Safa bisa menjadi produsen gonggong dan berhasil memperkenalkan gonggong kepada masyarakat yang lebih luas. Khususnya mereka yang tinggal di luar Batam. Ia ingin kelak gonggong makin dikenal di seluruh Indonesia sebagai makanan khas Batam.


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/09/marlin-agustina-rudi-olah-gonggong.html
Read More

Wednesday, January 6, 2016

MIMAKMIMIK,- Jasa Sewa Freezer Khusus ASIP, Membantu Program Pemberian ASI Eksklusif Untuk Bayi




Dr. Yulfia Dairina, ibu satu anak kelahiran Sidikalang, 23 September 1980 ini, sudah sejak Juni 2011 mengelola jasa penyewaan freezeruntuk Air Susu Ibu Perah (ASIP) di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Awalnya ia dan suami sempat membutuhkan freezer untuk menyimpan ASIP-nya sendiri. Tapi untuk membeli freezer, saat itu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Terutama jika tidak digunakan lagi akan menyita ruangan di rumah. Yulfia pun kemudian berniat untuk menyewanya.

Dalam pencarian melalui media maya, anak kedua dari tiga bersaudara ini lalu menemukan jasa penyewaan freezer. Saat itu, yang menyediakan jasa seperti ini memang belum banyak seperti sekarang. Dari beberapa tempat penyewaan freezeryang ia hubungi, ternyata freezeryang mereka miliki sudah tersewa semua. Akhirnya, ia pun batal menyewa dan memutuskan untuk membeli freezersendiri.

Yulfia & Suami

Bersamaan dengan program ASI eksklusif yang dijalankannya, Yulfia dan suami kemudian mulai berpikir untuk menyewakan freezeritu jika sudah tidak digunakan lagi. Hal ini seiring dengan adanya program ASI eksklusif yang gencar dipromosikan oleh pemerintah dan LSM. Selain itu, banyak ibu bekerja di Jakarta dan sekitarnya yang pasti membutuhkan tempat penyimpanan stok ASI di rumah. Maka Yulfia berfikir bahwa usaha sewa freezer ini merupakan peluang yang bagus untuk usaha sampingan. Tidak terlalu menyita banyak waktu, serta permintaan yang tinggi.



Yulfia kemudian memberanikan diri dan mulai membuka usaha penyewaan freezer. Dengan bermodalkan 2 buah freezer yang sebelumnya dibeli untuk menyimpan ASIP-nya. Dibantu sang adik, sebuah website bernama www.mimakmimik.compun hadir dan mulai disebar ke media sosial. Tak menunggu lama, 2 freezer itu langsung tersewa. Sejak itu, mulai banyak masyarakat yang menghubungi untuk menyewa. Setiap ada yang akan menyewa, Yulfia selalu membeli freezerbaru dari uang sewa yang sudah ada ditambah dana pribadinya. Begitu seterusnya hingga ia saat ini sudah mempunyai 20 freezer6 rak bukaan depan dengan berbagai merek. Yulfia mengaku omzet dari usahanya ini cukup lumayan, setidaknya bisa untuk membayar uang sekolah anaknya.

Proses menyewa freezer pun tidak terlalu sulit. Yulfia hanya meminta fotokopi identitas yang bisa dikirim lewat email atau BBM atau whatsapp. Kemudian ia akan membuatkan surat perjanjian sewa. Setelah itu dana bisa ditransfer atau diberikan langsung saat penyerahan freezer, istilahnya COD (cash on delivery). Surat perjanjian ia buat 2 rangkap bermaterai yang ditanda tangani saat penyerahan freezer. Satu lembar untuknya dan satu lembar lagi untuk penyewa. Masa sewa freezer minimal 3 bulan. Namun biasanya, penyewa akan memperpanjangnya hingga 6 bulan, bahkan ada yang sampai 1 tahun lebih.



Selain surat perjanjian, Yulfia memiliki trik lain agar tidak menjadi korban penipuan atau kejahatan. Suaminya sendirilah yang mengantar sendiri freezer itu. Dan beruntung sampai saat ini ia belum pernah mengalami penipuan. Freezer-nya selalu kembali dan jika ada perpanjangan sewa, para penyewa selalu mentransfer dana sesuai perjanjian.

Kesadaran orangtua dalam memberikan ASIP kepada anaknya yang semakin tinggi membuat Yulfia juga kewalahan dalam menerima pesanan pelanggan. Akibatnya, tak jarang ia menolak pesanan kalau freezersudah tersewa semua. Tanpa promosi yang gencar, permintaan untuk sewa freezer ini selalu ada. Namun, Yulfia berterus terang sebetulnya usaha ini tidak murni mencari keuntungan. Yang terpenting, dari usaha penyewaan freezerini ia bisa bertemu dengan ibu-ibu menyusui. Mereka berjuang memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan bahkan sampai 2 tahun dan tetap bekerja.


Contact :
(SMS / Whatsapp):
+628882752833

reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/09/mimakmimik-jasa-sewa-freezer-khusus.html
Read More

ANGEL MAKALOE : Pemilik NODE COUTURE, Label Busana Pengantin Berukuran Besar




Meski memiliki tubuh berukuran besar, seorang pengantin dituntut untuk tetap terlihat cantik dan modis. Padahal, mencari baju pengantin wanita ukuran plus yang tepat dan nyaman bukanlah perkara gampang. Peluang inilah yang diambil Angel Makaloe, desainer baju pengantin dan pesta khusus berukuran plus yang tinggal di Surabaya. Menurut Angel, busana pengantin seharusnya bisa memunculkan aura kebahagiaan sang pengantin. Karena itu, busana pengantin, termasuk bagi wanita yang bertubuh besar, tidak boleh asal-asalan. Tidak terlalu sulit bagi ibu lima orang anak,-tiga di antaranya anak angkat- ini untuk membuat desain baju berukuran besar, sebab ia sendiri beberapa tahun silam masuk kategori ?kelas berat?. Berat badannya dulu pernah mencapai 130 kg. Jadi Angel bisa merasakan sendiri sulitnya mencari busana resmi berukuran besar.

Angel, yang kini berat badannya sudah turun menjadi 75 kg, mengawali usahanya sejak 2013 lalu karena ia melihat jarang ada desainer yang mengkhususkan diri di bidang rancang busana ukuran besar. Ia melihat banyak sekali pengantin wanita yang kebetulan bentuk tubuhnya besar hanya mengenakan busana itu-itu saja atau ala kadarnya, yang penting bisa menutup tubuhnya. Padahal, bentuk tubuh besar itu tak menjadi halangan untuk tampil lebih wah di hari istimewa tersebut. Itulah mengapa saat ini dirinya fokus menjadi perancang busana bagi mereka yang berbentuk tubuh besar. Sebenarnya, ada trik-trik tertentu agar mereka yang bentuk tubuhnya besar bisa terlihat lebih bagus. Salah satu cara sederhana adalah tidak memberikan aksen berlebihan di bagian-bagian tubuh yang paling terlihat besar. Misalnya, kalau memakai kebaya bagian perutnya terlihat gendut, maka jangan memakai aksesori atau sesuatu yang terlihat ramai, karena jadinya tatapan mata orang akan langsung ke bagian tersebut.

Ada satu lagi menurut wanita yang berlatar belakang pendidikan diploma pariwisata dan perhotelan ini, bagi mereka yang bertubuh besar, termasuk bagian dada, hindari menutup bagian tersebut secara penuh. Karena bagian itu makin ditutup akan terlihat makin besar. Jenis kain yang digunakan juga berperan mengkamuflase bentuk tubuh yang sebenarnya. Selama ini, Angel yang mengawali usahanya dengan membuat seprai dan bedcover ini, menghindari jenis kain yang teksturnya kaku. Sebaliknya, sebisa mungkin menggunakan kain lembut sehingga bias mengikuti bentuk tubuh. Angel, yang juga pernah merancang busana pengantin untuk wanita dengan bobot 200 kilogram ini, berusaha selalu melakukan komunikasi intens dengan calon pengantin wanita untuk menentukan bentuk dan selera yang diinginkan. Jadi, ia berperan sebagai konsultan busana mereka. Ternyata respons yang ia terima positif. Label busana yang ia beri nama Node Couture ini sering kebanjiran pesanan, padahal tenaga untuk pengerjaannya sangat terbatas.


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2015/07/angel-makaloe-pemilik-node-couture.html
Read More