Sunday, January 17, 2016

GHAIDA TSURAYYA, Pemilik Brand Busana Muslimah GDa'S : Memilih Jalan Dakwah Yang Beda Dengan Sang Ayah




Terlahir sebagai anak dari pasangan dai kondang, KH Abdullah Gymnastiar dan Hj Mutmainah, Ghaida Tsurayya memilih jalan yang berbeda dalam berdakwah. Ia tak tergerak mengikuti jejak orang tuanya sebagai penceramah. Ghaida merasa lebih nyaman menyeru umat melalui busana Muslimah rancangannya. Bagi perempuan kelahiran 5 September 1988 ini, apa saja bisa dijadikan jalan dakwah asal diniatkan dengan serius.

Ghaida berpendapat, tiap jalan dakwah memiliki sasarannya masing-masing. Desainer seperti dirinya, misalnya, berdakwah untuk menggugah orang-orang yang menyukai fashion. Alumnus Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung angkatan 2010 ini berharap makin banyak Muslimah yang mau mengenakan kerudung. Dengan memperkenalkan aneka model busana muslimah, ia ingin menunjukkan bahwa Muslimah juga tetap bisa berekspresi tanpa melanggar syariat agama.





Ghaida sudah sejak tahun 2010 berkarya di dunia fashion sebagai desainer pakaian Muslimah dengan label GDa?S. Dia merintis usahanya sejak masih duduk di bangku kuliah. Keahlian merancang pakaian dia dapatkan secara autodidak. Sejak kecil ia memang suka menggambar. Awalnya, Ghaida mendesain pakaian hanya untuk dirinya sendiri. Ternyata, hasil rancangannya disukai teman-temannya. Mereka pun memasan pakaian kepadanya dan mulailah dari situ dia menjalankan bisnis fashion.

Sebelum membuka outlet, Ghaida menjual hasil rancangannya secara online. Kreasinya mendapat respons yang cukup baik dari dalam negeri dan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Kini, penggemar rancangan Ghaida dapat memperoleh GDa?S melalui outlet-nya di Bandung, Jawa Barat.





Busana Muslimah kreasi Ghaida pun sudah bisa ditemui di beberapa butik di Jakarta. Dalam berkarya, Ghaida lebih banyak memakai bahan katun dan kaos yang nyaman untuk dikenakan. Dia juga mengedepankan warna-warna ceria yang menonjolkan kesan feminim. Dalam memproduksi GDa?S, saat ini ia dibantu tujuh pekerja.

Meski ayahnya tersohor, Ghaida tumbuh sebagai individu yang mandiri. Ghaida yang juga salah seorang pendiri Hijabers Community ini tidak mendompleng ketenaran Aa? Gym-demikian ayahnya biasa disapa- dalam memasarkan produknya. Namun, dia tidak menampik, masyarakat kerap menyandingkan produknya dengan nama Aa? Gym. Namun ia menganggap, hal itu sebagai bonus saja.





Aa? Gym dan Teh Ninih, tidak pernah melarang Ghaida berdakwah lewat jalur fashion. Mereka sepakat, selama niat Ghaida memang untuk mengajak orang melakukan kebaikan, aktivitas tersebut patut didukung. Dunia dakwah yang digeluti Ghaida memang berbeda dengan dunia ayahnya. Menurutnya, dunia fashion cenderung glamour dan konsumtif. Tak heran jika Ghaida sering diingatkan orang tuanya agar menjalankannya dengan seimbang.

Ghaida pun berhati-hati dalam mengeluarkan rancangannya. Apalagi, ada yang berpendapat gaya berbusana ini kurang syar?i. Dia merasa beruntung ketika ada yang memberikan masukan positif. Dengan begitu, ia bisa belajar untuk terus memperbaiki karya.





Dengan pencapaiannya saat ini, Ghaida juga tak cepat berpuas diri. Masih ada mimpi-mimpi yang hendak diwujudkannya. Istri dari Harfinadi Irham ini ingin merek GDa?S bisa go international. Dia juga ingin mengeksplorasi kebudayaan tradisional ke dalam rancangannya. Salah satunya, ia ingin membuat batik, dengan motif hasil karyanya sendiri.

Selain itu, Ghaida ingin menciptakan beberapa linebusana di luar GDa?S, tentunya dengan motif yang sangat kental budaya Indonesia. Menurutnya, bisnis fashionMuslimah akan terus berkembang. Dalam menciptakan karyanya, Ghaida terinspirasi dari banyak hal, baik yang ditemuinya di internet, majalah, ataupun pakaian seseorang yang dilihatnya di jalan.















Jl. Gegerkalong Girang no 30-D RT-01 RW-06 Bandung 40154 West Java, Indonesia.
(Near to Muslimah Center Pondok Pesantren Daarut Tauhiid)
contact number : 0813.8647.6368
pin : 21A2D348
open hours: 09.00 am - 06.00 pm (close hours : 12.00 am - 01.00 pm)



reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/01/ghaida-tsurayya-pemilik-brand-busana.html
Read More

BITS SMOOTHIES AND BEYOND, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Melalui Smoothies




Tiga sahabat, dr. Dewi H Suhendro, dr. Anita Santosa, dan Veronica Husein memiliki passion yang sama untuk menyantap makanan dan minuman enak, tapi dengan gaya hidup sehat. Mereka pun sepakat memperkenalkan Bits Smoothies and Beyond. Walaupun baru berjalan sejak Maret 2014, produk mereka sukses menarik minat masyarakat. Kebetulan, Dewi dan Anita yang sama-sama seorang dokter memang tertarik dengan hal yang sifatnya preventif. Mereka ingin mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat, terlebih soal makanan sehat. Mereka pun mencari sesuatu yang enak tapi sehat. Lalu munculah ide untuk membuat smoothies. Selain karena praktis, smoothies juga mudah dibawa. Smoothies pun bisa juga sebagai pengganti makan pagi, siang, dan malam

.
Minuman racikan ini selain memiliki rasa yang lezat, kaya akan vitamin, juga bisa sebagai detox. Satu lagi, bisa mengurangi berat badan bagi yang sedang ingin diet. Dalam satu botol Bits terdapat dua buah dan dua sayur organik plus ada biji-bijian. Oleh karena itu mereka menyebutnya super food. Biji-bijiannya antara lain flax seeds, sunflower seeds, chia seeds, dan pumpkin seeds. Ada pula fiber, vitamin, dan mineral. Yang jelas sangat komplet. Ini yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Terlebih kini chia seeds sedang naik daun. Meski bentuknya kecil seperti biji wijen, khasiatnya sangat banyak. Apalagi chia seeds memiliki fiber dan kandungan omega tiga seperti yang terdapat pada ikan salmon.





Semua menu yang mereka buat juga sudah melewati uji coba secara sains. Komposisi yang dibuat semuanya diuji secara scientific. Mereka memang menggunakan sayur mentah karena nutrisinya lebih optimal. Tentu karena smoothies, tidak ada yang terbuang. Beda dengan jus. Jadi semua produk Bits memang masih mengandung serat dan nutrisi yang masih komplet.

Bits Smoothies and Beyond memiliki 30 menu smoothiesyang enak dan sehat. Mereka menawarkannya dalam paket seminggu dan paket satu bulan. Untuk paket satu minggu ada 5 botol yang bisa diminum Senin-Jumat, harganya Rp 310 ribu. Paket satu bulan 20 botol untuk 20 hari dengan harga Rp 1.150.000. Setiap pagi akan diantar 1 botol oleh kurir motor yang dilengkapi dengan air cooler, jadi tetap segar dan dingin. Dalam 1 bulan itu tidak akan sama rasanya agar tidak bosan. Selain smoothies, mereka juga punya menu snack yang namanya fruit carousel, seharga Rp 60.000. Untuk ongkos kirimnya mulai dari Rp 25.000. Mereka pun menjamin, dengan menikmati sebotol bits olahan mereka, maka tubuh bisa lebih fit dan bugar.





Soal promosi, mereka menawarkan lewat media sosial Instagram dengan nama akun bits_smoothiesnbeyond. Mereka memang sudah familiar menggunakan Isntagram. Apalagi ketertarikan orang Indonesia pada media sosial juga cukup besar. Terbukti, hingga saat ini masyarakat merespons produk mereka dengan bagus. Permintaan pun juga terus meningkat. Tak hanya lewat Instagram, mereka juga melayani pemesanan melalui Blackberry Message (BBM) dan Line, untuk lebih memudahkan pelanggan yang ingin memesan. Semuanya bisa diorder setiap hari (Senin-Minggu). Tapi untuk delivery hanya Senin-Jumat.

Mereka menyebut produknya sebagai green smoothies, namun bukan berarti smoothies yang sengaja ?dihijaukan? seperti yang ada di restoran atau supermarket. Bits Smoothies and Beyond olahan mereka pun juga memiliki produk unggulan yang diberi nama Grind In The Show. Isinya terdiri dari buah pear, jeruk dan bayam. Selain itu produk mereka yang bernama Pink Panther juga paling dicari. Selain warnanya menarik, bahannya yang terdiri dari campuran buah naga, stroberi, bayam merah plus overnight oat bisa membuat customerketagiuhan. Lalu ada pula Kiss Me Berry yang isinya ada buah naga, bayam merah, dan overnight chia.





Untuk mendapatkan buah dan sayur organik yang berkualitas itu, mereka pun punya tantangan tersendiri. Memang susah-susah gampang mendapatkan kualitas bahan buah dan sayur yang mereka inginkan. Oleh karena itu pelanggan yang ingin order produk mereka juga tidak bisa mendadak. Dengan tagline ?healthy is just a bit away? mereka berharap kehadiran Bits Smoothies and Beyond bisa menjadi bagian dari kampanye untuk bisa mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup sehat. Mereka berusaha meyakinkan, bahwa untuk bisa hidup sehat itu tidaklah sulit. Semua sudah dipermudah dengan mengkonsumsi Bits Smoothies.

Ke depan mereka ingin memiliki pasar yang lebih luas lagi. Saat ini pengiriman memang masih di seputar Jakarta saja. Sebab produk mereka memang harus diminum di hari yang sama, atau boleh di esok harinya asalkan segel botol masih tertutup dan tersimpan dalam lemari pendingin. Mereka pun berencana untuk bisa mengembangkan lagi usaha ini dengan menghadirkan produk baru serta dengan kemasan yang baru pula.

BitS - Smoothies & Beyond
Homemade Organic | Smoothies Catering | Superfood | Doctor-Chefs | WeightLoss | Detox
hello.to.bits@gmail.com
Line: bitssmoothiesnbeyond
BB: 73F2CCC7


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/08/bits-smoothies-and-beyond-kampanyekan.html
Read More

MANISNYA BISNIS KAIN SUTRA MANDAR, Sudah Dipesan Desainer Ibukota Ternama




Meskipun tidak sepopular daerah lain di Pulau Sulawesi namun provinsi muda Sulawesi Barat dianugerahi banyak keajaiban. Garis-garis pantainya begitu indah dan dataran tingginya dihias air terjun yang megah dengan pemandangan menakjubkan. Selain alam, tersimpan keajaiban lain di Sulawesi Barat, yaitu masyarakat etnis Mandar yang memiliki seni budaya seindah pesona alamnya. Salah satunya adalah karya yang dihasilkan dari tangan halus kaum wanitanya yakni berupa kain sutra Mandar. Kain tradisional khas Mandar ini memiliki warna?warna yang cerah atau terang seperti merah, kuning dengan desain garis geometris yang lebar. Meskipun memiliki pola sederhana, namun benang perak dan emas yang menjadi bahan dasar kain sutra ini menjadikannya terlihat indah dan istimewa. Bisnis kain ini pun menjadi pilihan utama masyarakat Mandar untuk berwirausaha.

Salah satu yang merasakan manisnya bisnis kain sutra Mandar adalah Hj. Wahdia, atau Mama Icha, pemilik Annisa Sa?be Mandar yang berlokasi di Kandeapi, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Lulusan Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar ini mengaku sebagai generasi ketiga yang mengelola usaha keluarga. Memiliki pengrajin hingga 200 orang membuat Mama Icha harus giat berpromosi dan menawarkan kain tradisional Mandar ini. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan. Bila memakai sutra lokal harga tentu cukup tinggi, tapi belakangan sudah mulai masuk sutra sintetis dan ini membuat harga lebih murah, namun hasil tenunannya tetap bagus.

Soal motif, Mama Icha membuat lebih beragam dan banyak motif. Ia menyesuaikan permintaan. Misalkan, bila ada yang minta dibuatkan motif dari Sumatera, asal ada gambarnya dan dipelajari terlebih dahulu, nanti bisa dibuatkan oleh pengrajinnya. Tetapi memang, motif yang diminta harus memiliki garis lurus menyesuaikan ciri kain sutra Mandar yang kotak-kotak. Hebatnya, pelanggan kain sutra Mandar Mama Icha sudah tersebar di bebagai daerah, di antaranya Surabaya, Jakarta, Medan, dan kota-kota besar lainnya. Salah satu yang sering pesan ke Mama Icha adalah desainer Ivan Gunawan. Uniknya, menurut Mama Icha, Ivan selalu datang dengan motif baru dan memesan secara kontinyu. Jadi, saat ini ia memiliki kain Mandar dengan motif Ivan Gunawan.



Agar kain tradisional Mandar dapat diterima masyarakat luas, Mama Icha pun gencar ikut beberapa pameran hingga ke ibukota. Biasanya dari situ ia akan mendapatkan banyak pelanggan. Pengiriman pun rutin dilakukan. Misalnya ke Jakarta yang paling tidak sekali dalam sebulan. Mama Icha mengakui bahwa kain tradisional Mandar masih belum sepopuler kain batik atau kain tenun lainnya. Namun, ia menjamin kualitas kain tradisional Mandar tak kalah bagus. Inilah yang sampai saat ini masih terus diupayakan oleh Mama Icha untuk memperkenalkan kain sutra Mandar, agar pengrajin pun tetap semangat membuat kain tradisional ini. Nilai kain tradisional Mandar masih terhitung murah, meski bahan yang digunakan berkualitas.

Ibu tiga anak ini juga membuka rahasia nilai filosofis kain tradisional Mandar yang terus dilestarikan oleh keluarganya. Coraknya yang kotak-kotak dengan garis vertikal atau horizontal, saling berpotongan satu sama lain. Ini bermakna bahwa ada hubungan yang harus dipelihara antara masyarakat dan dalam kehidupan religinya. Hubungan ke sesama dan hubungan ke Tuhan Yang Maha Esa. Untuk menopang usahanya, Mama Icha mengaku sudah memiliki penyuplai benang sutra lokal sendiri. Ia menjelaskan, kalau ingin membeli benang sutra lokal, harus ditimbang. Alatnya khusus dan untuk mengukurnya juga khusus, yakni harus memakai uang Belanda sejumlah 8 koin. Oleh karena itu, Mama Icha pun jangan sampai kehilangan alat ukur dan koin-koin Belanda itu.

Bisnis kain tradisional Mandar milik Mama Icha memang terhitung yang paling sukses di Kabupaten Polewali Mandar, karena selain rajin berpromosi lewat pameran, ia kini juga tengah merintis penjualan secara online. Mama Icha mengakui ia sudah dapat banyak masukan untuk memulai sistem penjualan seperti ini karena banyak permintaan yang datang dari luar kota. Pesanan yang banyak masuk adalah permintaan dari dinas-dinas, karena adanya peraturan daerah yang mengharuskan setiap hari Kamis para pegawai pemerintah mengenakan baju berbahan sutra lokal. Jadi bahan kain untuk kemeja dan bawahan banyak dicari.


Mama Icha ingin makin banyak orang yang kenal dan mengenakan kain tradisional Mandar. Inovasi pun terus dilakukan. Bahkan ada yang membeli kain padanya untuk dibuat tas, sepatu, dan aksesori lain. Ke depan, Mama Icha juga ingin bisa membuat produk fashion yang bisa diterima banyak orang. Sayangnya karena kain Mandar dijual dengan ukuran meter, tidak ada limbahnya yang bisa dimanfaatkan. Perempuan kelahiran Kandepi, 25 Juli 1975 ini juga berharap banyak tokoh masyarakat dan figur publik yang ikut membantu mempromosikan kain tradisional Mandar. Karena bila kain ini makin laris, yang diuntungkan juga para pengrajin sehingga kain pun akan terus ada.





reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2015/06/manisnya-bisnis-kain-sutra-mandar-sudah.html
Read More