Sunday, February 7, 2016

WHULANDARY HERMAN : Buka Tempat Pijat Refleksi Di Kota Asal, Padang.




Setelah berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 2013, Whulandary Herman langsung melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Selain berkarier di dunia modelling, dara kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, ini juga menjadi presenter. Kedua profesi tersebut tentu saja menuntutnya untuk selalu tampil cantik dan prima. Tak heran jika Whulan juga sangat memperhatikan perawatan tubuhnya, salah satunya dengan rutin melakukan lulur dan scrubbing. Namun, untuk semua jenis perawatan itu, ia lebih suka melakukannya sendiri di rumah.

Perempuan yang berhasil masuk 16 besar saat mengikuti ajang Miss Universe 2013 silam ini mengaku, sebenarnya dirnya bukan tipikal wanita yang senang ke salon. Jadi semua perawatan tubuhnya seperti masker, luluran, ia lebih suka melakukannya di rumah, karena suasananya terasa lebih nyaman dan tenang.

Tak hanya perawatan kecantikan, Whulan juga selalu menjaga kebugaran tubuhnya dengan rutin mengikuti olahraga zumba dan yoga lima kali dalam seminggu. Selain itu, Whulan juga membeberkan resep rahasia agar tubuhnya selalu fit. Ia mengaku terbiasa melakukan pijat refleksi, khususnya di bagian kaki. Setelah aktif di modelling, ia memang jadi sering memakai sepatu high heels. Selain itu pekerjaannya juga lebih banyak berdiri. Oleh karena itu ia merasa sangat membutuhkan pijat refleksi. Di manapun, kalau kakinya terasa pegal, dan melihat ada tempat pijat refleksi, ia pasti selalu mengusahakan mampir. Atau kalau sedang ada acara fashion show di mal, ia selalu menunggu di tempat refleksi yang ada di mal itu. Whulan mengaku setiap minggu pasti akan mampir ke tempat pijat refleksi.

Apa yang membuatnya begitu menggemari terapi tersebut ? Menurut pemilik tinggi badan 178 cm ini, dengan refleksi bisa membuatnya merasa lebi tenang, kaki tidak pegal-pegal lagi, dan bekerja pun akan menjadi lebih semangat. Dari hobinya tersebut, Whulan lalu melihat celah bisnis yang bagus. Di kota asalnya, Padang, ia melihat belum banyak tempat untuk pijat refleksi. Karenanya, ia pun membuat gerai Pijat Refleksi by Whulandary. Meski baru dibuka di bulan Agustus 2014, Whulan mengakui respons masyarakat setempat sangat bagus. Whulan bahkan sudah berencana akan membuka gerai lagi di kota Medan dan Pekanbaru.


Menurut Whulan, tempat refleksinya memiliki keunggulan untuk kenyamanan pengunjung. Tempatnya memang lebih eksklusif, karena dilengkapi dengan kamar VIP dan wi-fi. Di tempat refleksinya, Whulan juga menyediakan pilihan lotion, oil, dan bedak. Untuk lotion, khusus ia order dengan ramuan sendiri, seperti campuran dari sayuran dan rempah-rempah. Whulan saat ini telah mepekerjakan 6 orang terapis yang didatangkan dari Pulau Jawa.

Whulandary Reflexology : Jl.Raya bypass 7 , Depan RS Semen Padang. Padang. Sumatera Barat.


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/10/whulandary-herman-buka-tempat-pijat.html
Read More

MURI HANDAYANI : Pemilik SEKOLAH BISNIS ONLINE, Ajak Para Ibu Rumah Tangga Untuk Melek Bisnis Online




Berawal dari keinginan mengubah mindset, ibu dua anak ini belakangan sukses membuka sekolah bisnis online, khusus untuk ibu rumah tangga. Berbagi ilmu sekaligus mengembangkan jaringan menjadi fokus bisnis Muri Handayani. Hani, begitu ia akrab disapa, memulainya dengan berbagi tips sukses menjalankan bisnis online RaZha miliknya di media sosial. Ternyata respons yang datang positif dan permintaan mengajar pun berdatangan. Ia kemudian mendirikan Sekolah Bisnis Online (SBO) yang kini semakin diminati dan diikuti banyak peserta, termasuk dari mancanegara. Sistem mengajar online dibuatnya dengan memanfaatkan Facebook group.

Ide membuat SBO berawal dari keinginan Hani mengubah mindset ?bekerja untuk orang lain? menjadi ?pemberi kerja?. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia mencetak generasi pemberi lapangan kerja. SBO dibentuk untuk mengedukasi wanita dan melatih wanita untuk menjadi pengusaha. Bentuk bisnis yang dikenalkan perempuan kelahiran Jakarta 24 November 1983 ini bisa dijalani dari rumah, tanpa meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai ibu dan istri. Waktunya juga fleksibel, tidak meninggalkan kewajiban rumah tangganya.

Istri Dwi Putro ini termotivasi membentuk SBO karena ingin mendorong para ibu rumah tangga agar terus belajar dan menunjukkan bahwa rumah bukan penghalang berwirausaha. SBO mendampingi para ibu dalam proses belajar menjadi pengusaha, dengan penuh kebersamaan dan kepedulian, khas ibu-ibu rumah tangga. Sesuai tagline SBO, yaitu ?Gaptek Hilang, Rejeki Datang?. Lewat pengalaman pribadinya, Hani merasakan tantangan yang dihadapi untuk terus belajar dan mengabdi pada suami. Ia bercerita, pernah dalam kondisi hamil besar nekat ke luar kota demi mengikuti seminar bisnis. Ia pun jadi semakin yakin bahwa sistem belajar SBO cocok dan akan diminati ibu rumah tangga lain. Dan ternyata pilihan Hani ini tidak salah.

SBO yang didirikan bulan September 2013 lalu memang berkembang pesat. Hanya dalam waktu setahun, kini tercatat memiliki hampir 1000 orang alumni, termasuk di 13 negara lain seperti Jerman, Taiwan, Oman, Amerika Seriat, Swedia, Singapura, dan lain-lain. Peserta kelas SBO di luar negeri kebanyakan adalah WNI yang tinggal di sana untuk bersekolah, ikut dinas suami, atau bekerja. Semua bertemu di media sosial dan pengguna aktif Facebook.

Diakui lulusan Teknik Informatika Universitas Budi Luhur Jakarta ini, kelas berbisnis online di luar memang sudah banyak. Akan tetapi, ia lebih akrab di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Mungkin karena materinya lebih mudah diterima dan bisa saling berbagi karena sama-sama menjadi ibu rumah tangga. Budaya kelas SBO juga dirasakan Hani tak hanya bermanfaat bagi para peserta, tapi juga bagi dirinya. SBO tidak hanya menawarkan kursus singkat, tetapi juga menawarkan pembelajaran dan persaudaraan seumur hidup.

Beberapa keuntungan yang membuat peserta kelas SBO bertambah adalah jaringannya yang besar. Selain praktis, belajar secara onlinejuga tidak perlu keluar rumah. Peserta masih bisa melihat materi dan bertanya kapan pun. Setelah proses belajar selama sebulan, peserta kemudian digabungkan dalam grup Facebook Alumni SBO. Di sinilah awal mula mereka praktik langsung. Dengan banyak komunitas yang saling mendukung, mereka semakin bersemangat membangun bisnis. Ada banyak produsen sampai reseller di grup Alumni SBO ini. Hani pun mencoba membuat sistem belajar menjadi lebih interaktif. Ada sesi diskusi, materi juga disesuaikan dengan kebutuhan member. Contohnya, membahas bagaimana proses pendaftaran BPOM dan PIRT, karena sebagian member bergerak di bisnis kuliner.

Lewat grup Alumni SBO, Hani juga mengungkapkan banyak bisnis baru yang tumbuh dan bisa berkembang. Karena di sini produsen bisa bertemu dengan reseller, reseller juga dimudahkan dengan pilihan produsen sesuai yang diminati. Selama sebulan masa belajar, Hani berusaha membuat para ibu rumah tangga di kelas SBO bisa langsung praktik. Kalau soal materi, banyak yang ia berikan, mulai dari strategi meningkatkan omzet, service excellent, branding, sistem pembayaran, tip dan trik, optimasi media sosial (FB, Instagram dan Twitter), pemasaran, foto produk cantik, kemasan, waspada penipuan, pengiriman, hingga penentuan harga jual, perencanaan bisnis sampai ke sistem keagenan. Semuanya komplit.

Beberapa kelas workshop fotografi untuk online shop bahkan turut menjadi bagian dari jadwal kegiatan Hani. Ke depannya Hani menginginkan bisa semakin banyak merangkul Alumni SBO, serta juga ingin merangkul pengajar dan pakar di bidangnya untuk ikut berbagi di kelas SBO.


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2015/03/muri-handayani-pemilik-sekolah-bisnis.html
Read More

YULIDAWATI KOTO : Pengusaha Butik THE YUKO, Angkat Tenun Siak Dan Batik Riau




Baru mulai pada tahun 2012 Yulidawati Koto atau kerap dipanggil Yuko memutuskan untuk serius menekuni bisnis fashion. Mulanya, Yuko merasa prihatin melihat potensi batik dan tenun Siak Riau yang kurang mendapat perhatian. Berkali-kali ia melihat pameran, tapi saat itu tidak ada yang mengangkat tenun Siak Riau dan batik Riau.

Akhirnya Yuko memutuskan untuk terjun ke dunia fashion, khususnya busana muslim dengan mengangkat tenun Siak Riau dan batik Riau. Ia pun rela ketika harus meninggalkan posisinya yang sudah mapan di perusahaan keluarganya yang sudah ternama di Pekanbaru, karena ingin benar-benar serius mengangkat tenun tradisi. Warna tenun Riau yang khas dan motif batik Riau yang dinamis, membuat Yuko jatuh cinta. Menurutnya, kalau bukan kita sendiri yang mengangkat bahkan bangga memakainya, siapa lagi yang bisa menghargai karya nenek moyang kita ini.




Yuko banyak melakukan modifikasi fashion, terutama busana muslim dan kerudung dengan bahan-bahan tradisi. Atas restu ibu dan kakaknya, ia pun memutuskan untuk mandiri, memulai semua usahanya dari nol. Ia belanja bahan kain sendiri dan mendatangi pengrajin tenun dan batik, untuk mengangkat karya mereka yang sangat cantik itu. Lambat laun nama dan karya Yuko pun mulai dikenal. Bahkan, Yuko juga diangkat sebagai ketua Hijabers Mom?s Community cabang Riau. Sebuah ruko di Pekanbaru ia sewa sebagai butik fashionnya. Yuko bersyukur, dari pameran-pameran yang diikutinya, produknya selalu dapat respons baik dari masyarakat. Banyak ibu-ibu pejabat hingga kaum remaja yang senang memakai busana muslim produknya.

Yuko pun semakin senang karena perjuangannya juga mendapat dukungan dari sahabatnya, Reihana. Bahkan ia pun akhirnya turut menyemangati sahabatnya itu untuk memproduksi tas-tas kulit berbagai model dengan sentuhan tenun Riau. Pada akhirnya antara Yuko dan Reihana bisa saling melengkapi. Justru kolaborasi ini dianggapnya luar biasa. Konsumen bisa langsung membeli baju sekaligus tas dalam satu tempat. Tak jarang wisatawan dari mancangera juga membeli produksi mereka, bahkan ada yang memesan untuk dijual di pasar Timur Tengah.

Dengan harga antara Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta, konsumen sudah bisa membeli tas-tas cantik dengan mutu kulit yang terjamin. Kulit yang dipakai memang asli, karena mereka memang mengutamakan kualitas. Kini The Yuko sudah berkembang pesat. Semula hanya memiliki 3 karyawan, sekarang sudah bertambah jadi 10 karyawan. Bahkan baru-baru ini Yuko juga mendapat dukungan dari grup Astra untuk terus mengangkat produk tenun Riau. Yuko kembali bersyukur atas kesadaran masyarakat khususnya di Pekanbaru yang telah menghargai dan mengapresiasi hasil karya daerahnya sendiri.



RESELLER AVAILABLE | PIN : 295CB9D0 - JL. PAUS NO. 2B PEKANBARU RIAU - www.yukobutik.com


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/09/yulidawati-koto-pengusaha-butik-yuko.html
Read More

LOVELYRA FREEZER, Usaha Penyewaan Freezer Untuk ASIP Dari Ika Sunday Utami




Pasca melahirkan pada tahun 2010 dan 2012 lalu, Ika Sunday Utami mengaku bersyukur bahwa produksi ASI-nya sangat berlimpah. Untuk itu, perempuan yang biasa disapa Ika ini sampai membutuhkan freezerkhusus untuk menyimpan Air Susu Ibu Perah (ASIP). Awalnya ia menyewa freezer dari tempat lain dan harus masuk daftar waiting list sampai 4 minggu. Selesai menyewa, ia kemudian berpikir untuk membuat usaha penyewaan freezer agar bisa membantu ibu-ibu yang lain.

Bermodalkan 20 unit freezer yang dibeli dari dana tabungan pribadinya, tahun 2012 ibu dua anak ini mulai membuka usaha penyewaan freezer. Dan baru lima hari sejak membuat website, langsung banyak sekali yang booked dan masuk daftar waiting list. Karena unit yang disediakan selalu habis tersewa, Ika kemudian menjual mobilnya untuk membeli freezer tambahan untuk disewakan. Sebagian uangnya ia belikan mobil untuk antar jemput freezer. Secara bertahap jumlah freezeryang ia miliki semakin bertambah. Sekarang, total ia sudah memiliki 150 unit freezer.




Saat memulai usaha ini, perempuan kelahiran Magetan, 1 Mei 1983 ini mengaku termotivasi untuk membantu ibu menyusui lain yang harus rela menunggu lama pesanan freezer. Jika ada keuntungan, ia bersyukur. Tapi Ika mengaku butuh waktu yang lama sampai usahanya ini bisa balik modal. Karena uang hasil sewa freezerselalu ia gunakan untuk membeli freezer lagi.

Sejak memulai usaha ini pula, secara tidak langsung Ika juga menjadi penggiat ASI. Pasalnya, banyak pelanggannya yang kemudian bertanya-tanya seputar pemberian ASI eksklusif. Karena itu pula di blog-nya, www.rentalfreezerasi.blogspot.com, juga ada tulisan-tulisan seputar ASI. Sebisa mungkin Ika akan membantu mereka yang berkonsultasi soal ASI. Banyak yang ditanyakan. Misalnya, ibu yang baru melahirkan anak pertama, kebanyakan bertanya cara menyimpan ASI yang benar. Kepada mereka Ika jelaskan bahwa ASI yang disimpan menggunakan freezer khusus dengan suhu -20 derajat Celcius dapat betahan 6 hingga 12 bulan.



Selama menekuni usaha ini, lulusan STT Telkom ini mengaku belum pernah mengalami kendala besar. Ika berpikir, mungkin karena niat awalnya baik, maka semuanya pun bisa berjalan dengan baik pula. Karena ia selalu membeli freezer baru, sejauh ini tidak pernah ada kendala rusak saat digunakan. Kalau pun memang ada yang rusak, toh masih ada garansinya. Kalau nanti masa garansinya sudah habis, barulah ia akan memberlakukan biaya maintenance.

Untuk memberikan pilihan kepada pelanggannya, Ika menyediakan dua jenis freezer. Yakni freezer dengan bukaan depan dan freezerdengan bukaan atas. Kebetulan sistem penggunaan ASIP sifatnya first in ? first out. Freezer dengan bukaan depan sesungguhnya lebih mudah dalam mengambil ASIP. Sementara kalau freezer dengan bukaan atas agak sedikit merepotkan untuk mengambil ASIP karena peletakannya bertumpuk.




Dengan niat membantu mensukseskan program ASI eksklusif, Ika tidak memberikan persyaratan khusus dan berbelit-belit untuk menyewa freezermiliknya. Semuanya benar-benar berdasarkan pada kepercayaan saja. Yang penting freezer itu benar digunakan untuk menyimpan ASIP, bukan benda lain. Kalau ada yang menyewa untuk menyimpan benda lain seperti makanan beku sudah pasti akan ia tolak. Sebagai seorang bussines consultant di sebuah perusahaan IT, Ika mengatakan usahanya menguntungkan dan masih sangat terbuka untuk masuknya pemain baru.

Informasi lebih lanjut silakan email ke cs@lovelyraservices.com, ym: sunday_utami, untuk response lebih cepat silakan sms / wa : 081311230007


reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/09/lovelyra-freezer-usaha-penyewaan.html
Read More