Monday, January 18, 2016

IMAN RAHMAN & SUSAN, Pemilik SUSAN COOKIES & CHOCOLATE,- Fokus Memasarkan Produk di Rumah Sakit




Kalau anda menjumpai kukis hias dan cokelat di kafe rumah sakit di Jabodetabek, bisa jadi itu adalah produk Susan Cookies & Chocolate. Ini adalah usaha keluarga yang dikelola suami-istri Ir. H. Iman Rachman dan Novi Touristiani Susan. Produknya membidik pasar khusus anak-anak. Untuk pemasarannya, mereka memang bekerja sama dengan kafe atau kantin di rumah sakit. Saat ini, total sudah ada sekitar 45 rumah sakit di Jabodetabek yang bekerja sama dengan Susan Cookies & Chocolate.

Semasa masih menjadi karyawan, Iman yang tinggal di Bekasi ini, memang sudah menyiapkan istrinya untuk mengelola usaha sampingan, untuk jaga-jaga kalau terjadi apa-apa. Ternyata insting Iman benar. Tahun 2003, perusahaan tempatnya bekerja tutup. Tak butuh waktu lama bagi Iman untuk alih usaha. Kala itu, menjelang Lebaran ia membuat kue kering. Tapi usai Lebaran, pesanan tidak ada sama sekali. Lalu dipilihlah usaha kukis hias dan cokelat. Awalnya, ia juga mencoba memasukkan produknya ke mal. Tapi dari hasil evaluasi, mal hanya ramai pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur saja. Sementara hari-hari lainnya sepi. Oleh karena itu, Iman pun hanya fokus memasukkan produknya ke rumah sakit.





Tentu saja, Iman dan Susan yang saling bahu membahu membesarkan usaha bersama ini, harus betul-betul memperhatikan kualitas, juga kelengkapan usaha yang diberi nama Susan Cookies & Chocolate ini. Sebagai bukti dari komitmen mereka untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, masing-masing produk yang mereka jual telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan. Selain itu, mereka juga mengurus surat izin usaha, pengurusan pajak, dan seterusnya, hingga semua izin lengkap.

Dipasarkan di rumah sakit, pasangan ini mengaku menggunakan bahan-bahan yang aman. Mereka memakai gula asli dan tanpa bahan pengawet. Untuk warna, digunakan pewarna makanan. Itu sebabnya, kalau makan produk Susan Cookies, tidak akan membuat batuk. Para orangtua juga tak perlu khawatir membelikan untuk anaknya. Karena terget konsumennya anak-anak, mereka pun membuat karakter kartun sesuai dengan yang sedang tren saat itu, seperti karakter Minion, Angry Birds, Mickey Mouse, Sponge Bob, dan Dora. Ada pun karakter yang terus disukai, yaitu karakter superhero Batman dan Spiderman. Selama ini, penjualan berlangsung lancar. Sekitar 90 persen pasar produk mereka memang di rumah sakit. Sementara untuk harga, satuan kukis hias itu Rp 7000. Mereka yakin, karena produk mereka dipasarkan untuk masyarakat golongan menengah, jadi soal harga tidak terlalu masalah. Karena kalau anaknya suka, orangtuanya pun pasti akan membelikan. Apalagi kalau sudah tahu kualitas produk Susan Cookies & Chocolate.





Iman dan Susan pun terus berusaha mengembangkan usaha. Mereka membuat toko online yang beralamat di www.susancookies.com. Di sana mereka menawarkan kukis untuk acara ulang tahun, suvenir pernikahan, kukis promosi perusahaan, cokelat hias, cokelat valentine, cupcake, permen lolipop, permen jelly, dan ada juga cake ulang tahun dan cake pernikahan. Dan ternyata, toko onlineini juga tumbuh dengan baik. Kerap ada pesanan yang tak terduga. Misalnya saja, mereka pernah menerima pesanan dari Lampung, Jambi, dan Surabaya. Pesanan untuk acara ulang tahun juga selalu ada. Dan ketika saat ini sedang tren ulang tahun dengan tematik, mereka pun juga bisa membuat produk yang sesuai dengan tema.





Menurut Iman, yang sejak kecil sudah menyukai bidang kuliner ini, sebenarnya ada rekanan yang mengajak mereka bekerja sama untuk membesarkan usaha. Namun, keduanya sepakat ingin mempertahankan usaha keluarga. Mereka ingin mengelola usaha yang saat ini dibantu lima karyawan ini, secara mandiri. Apalagi, saat ini anak sulung mereka yang duduk di bangku SMA, Rifka Novia, sudah mulai ikut terlibat. Bahkan sang anak inilah yang lebih tahu soal karakter tokoh yang sedang disukai anak-anak. Mereka pun berharap, anaknya sendiri yang akan mampu meneruskan usaha ini kelak.



Alamat Susan Cookies:
Jl. Batu Mulia 3, Blok D No. 560, Rt.10 Rw. 09, Perumahan MASNAGA, Jakasampurna, Bekasi Barat 17145.
Untuk Pemesanan dan Informasi lebih lanjut, cukup hubungi ?Mbak Susan? di:
HP : 081311200445

Pin BB: 29DA010E atau 7D05B9C1
susancookies@gmail.com




reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2014/07/iman-rahman-susan-pemilik-susan-cookies.html
Read More

Kisah Sukses Pengusaha Cuci

Usia muda tak jarang menjadi waktu yang sangat ideal untuk memulai sebuah usaha, atau mulai belajar berbisnis. Seringkali karena faktor minimnya pengalaman dan keterbatasan modal, entrepreneur-entrepreneur muda tumbang satu per satu bersama bisnis mereka.
Namun, tak jarang pula muncul entrepreneur-entrepreneur muda yang dengan ide kreatifnya, mampu bertahan menjalankan roda bisnis yang
digelutinya. Salah satu contoh nyatanya adalah Agung Nugroho Susanto, pengusaha muda berusia 26 tahun, yang kini tengah berkibar dengan bisnis laundry-nya, dengan brand Simply Fresh Laundry.
agung0911Bisnis laundry yang dijalankan Agung, sebenarnya bukanlah bisnisnya yang pertama. Sebagai seorang pebisnis muda, Agung pun mengaku pernah gagal dua kali saat coba menjalankan dua bisnis yang berbeda. Namun, hal itu tidaklah mematikan rasa penasarannya terhadap dunia entrepreneurship. ?Saya juga pernah menjalankan dua bisnis yang berbeda, sebelum coba bisnis laundry. Setelah sebelumnya usaha di bidang distro pakaian dan usaha konter handphone mengalami kegagalan, saya tetap yakin bahwa saya bisa menjalankan suatu usaha Mandiri. Dan pilihan saya adalah bisnis laundry,? kenang Agung, saat menceritakan awal perjuangannya kepada Ciputraentrepreneurship.com.
Awal menjalankan bisnis laundry-nya Februari 2006, Agung yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa smester 6 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengaku harus menggadaikan BPKB sepeda motor miliknya untuk mendapatkan modal awal. Selain itu, perjuangannya dalam menjalankan roda awal bisnis laundry-nya pun tidak bisa dikatakan gampang. Telebih, ia pun dituntut keluarganya untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan dengan hasil yang memuaskan.
?Saat itu juga saya masih kuliah, sering sampai tidak tidur 24 jam karena untuk menggiling pakaian konsumen, karena jumlah mesin yang terbatas namun orderan yang banyak. Otomatis untuk menjaga kepuasan pelanggan untuk bisa jadi 1 hari jadi saya rela lembur 24 jam. Dan saya ingat saat musim ujian kuliah pun belajar nyambi di outlet laundry, jadi sambil melayani pelanggan saya juga belajar,? ujarnya.
Jalur bisnis yang ia rintis awalnya tak mendapatkan persetujuan dari kedua orangtuanya. Bahkan saat lulus kuliah tahun 2007, atas desakan orangtuanya, Agung sempat melamar untuk menjadi pegawai Bank Indonesia dan ia lolos sampai tahap wawancara. Namun karena tekadnya sudah bulat untuk menjadi seorang entrepreneur, Agung menolak kesempatan tersebut.
?Saya minta waktu satu tahun untuk membuktikan kalau saya bisa berbisnis. Jika gagal saya mau diminta untuk kerja di mana saja. Alhamdullilah bisnis saya berkembang dari 2 outlet langsung menjadi 30 outlet di tahun 2008. Akhirnya orangtua mendukung saya dan menerima keputusan saya,? sambungnya.
Dalam menjalankan bisnis laundrynya, Agung tak ragu menyebut jasanya sebagai trendsetter bagi bisnis serupa. Namun, Agung tidaklah langsung puas dengan pencapaiannya saat ini. Inovasi selalu dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan. Bahkan dia memiliki tim  research development, yang terus digenjot untuk menghasilkan inovasi baru. Salah satunya adalah penggunaan Digital Scales Connected Computer yang merupakan timbangan digital yang langsung terkoneksi kedalam software komputer. Sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan ringkas.
Sebagai seorang  entrepreneur, Agung berhasil meraih beberapa penghargaan, antara lain; dua Rekor MURI sbg Waralaba laundry kiloan pertama di Indonesia, dan sebagai laundry pertama di Indonesia yang menggunakan tekhnologi ultra violet, Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2009 tingkat nasional, dan  Asia Pasific Entrepreneur Award tahun 2010.
Dengan menggunakan sistem waralaba, Simply Fresh Laundry kini telah memiliki 180 outlet yang tersebar dari Aceh sampai Papua, dan berada di lebih dari 50 kota di Indonesia. Agung yakin, bisnisnya bisa membuka banyak lahan kerja baru. ?Saya melihat dengan membuka peluang usaha waralaba laundry kiloan akan membuat banyak orang menjadi pengusaha, dan menciptakan banyak lapangan kerja.Ssekarang jumlah karyawan kami total sampai dengan 1.300 orang kurang lebih,? ujarnya.
Saat ini, Andri memandang dunia entrepreneur di Indonesia sangat menjanjikan. Baik pemerintah maupun pihak swasta, saat ini cukup aktif dalam mengembangkan dunia  entrepreneurship terutama bagi entrepreneur muda. Untuk itu, selain ilmu yang dimiliki, seorang entrepreneur muda harus berani mencoba, dan terus mencoba. Bagi Andri, mimpi tak akan bisa terwujud tampa usaha yang nyata.
?Sering mengikuti seminar, workshop, membaca buku motivasi dan yang berkaitan dengan bisnis, serta yang pasti harus mau action. tanpa action ilmu akan sia-sia. Setiap hal besar adalah sekumpulan hal-hal kecil yang dilakukan. Dan yang penting juga adalah berani bermimpi, bermimpi dengan keyakinan untuk membuat bisnisnya menjadi besar,? pungkasnya.


reff : http://gerakanbalonganmandiri.blogspot.com/2012/09/kisah-sukses-pengusaha-cuci.html
Read More

Pencuri Kue: Cerita Inspiratif Tuk Wong Balongan

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.
Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang Pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.


Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua . Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ya ampun orang ini beranisekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si ?Pencuri tak tahu terima kasih!?. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hamper selesai dibacanya.
Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, didepan matanya. Lho kok kueku masih ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi memang adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya.
Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialahyang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Seperti dalam hidup kita ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk.
Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlahyang jahat, orang lainlah yang sombong, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang salah, tapi kita tidak tahu/tidak menyadarinya.

Kita sering mengomentari perbuatan orang lain, mencemooh tindakan, pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kejadian-jadian buruk yang menimpa kita, tetapi apakah kita menyadari kalau yang salah sebenarnyaadalah kita sendiri ? apakah pernah terpikir oleh kita kalau orang lain melakukan itu untuk tujuan yg baik & tidak bermaksud mencelakai kita ?


reff : http://gerakanbalonganmandiri.blogspot.com/2013/02/pencuri-kue-cerita-inspiratif-tuk-wong.html
Read More

ANASTASIA ANDINI DARMADI,-Pemilik SPATULA N FRIENDS, HOME MADE CAKE DECORATION




Memiliki usaha kue sebenarnya diawali tanpa disengaja oleh Anastasia Andini Darmadi. Pemilik Spatula n Friends yang kini telah menjadi favorit para penyuka cake decorations ini mengaku, sebetulnya ia tak memiliki latar ilmu kuliner. Namun, lulusan ilmu komunikasi yang pernah bekerja di media massa ini sangat gemar membuat kue.
Andini, sapaan akrabnya, mengaku tertular sang oma yang memang hobi membuat kue. Spatula n Friends ia buka pada bulan Juli 2011. Semula ia hanya iseng berjualan cookies dan puding. Tapi saat ini jualannya sudah berkembang dengan juga menyediakan cake, cupcake, sampai cakepop.
Agar terdengar unik, Andini menamai usahanya dari nama alat-alat memasak seperti spatula, mikser, oven, dan peralatan dapur lainnya, yang bisa menghasilkan kue enak dan laris. Jadilah Spatula n Friends. Dalam mengembangkan usahanya, Andini juga mengaku mengalami trial and errorterlebih dulu, hingga akhirnya mampu menguasai ilmu mendekorasi kue.
Semuanya tidak terlepas dari teman-teman dekatnya yang memberikannya tantangan. Awalnya, teman-temannya lah yang memesan minta dibuatkan kue tertentu pada Andini. Andini pun berusaha untuk menyanggupi setiap pesanan yang datang. Proses pembuatan kue ia lakukan secara learning by doing. Bersyukur hasilnya dapat respon yang baik hingga saat ini.


Dalam membuat kue, Andini mendapatkan banyak inspirasi dari apa yang ia lihat di sekelilingnya. Termasuk dengan sering menonton program memasak, khususnya anekadessert. Ketika membuat cakepop, untuk mendapatkan bentuk yang unik, idenya ia dapat dari sekeliling saja. Misalnya, dari menonton teve atau jalan-jalan ke mal. Semua yang dilihatnya bisa menjadi inspirasi.
Agar selalu bisa menghasilkan inovasi baru, Andini tidak pernah menolak pesanan konsumen. Justru apa yang diminta pelanggan ia anggap sebuah tantangan. Misalnya, ada yang minta dibuatkan kue berbentuk karakter tertentu, akan ia sanggupi.
Berkat ketekunannya, dengan modal awal yang tak lebih dari Rp 1 juta, kini ia bisa meraup omzet berlipat ganda. Perlahan tapi pasti, ia pun bisa memperbarui oven, mikser, sekaligus merenovasi dapurnya. Meski tidak memproduksi banyak, tapi pelanggan yang datang terus bertambah. Andini pun memiliki pelanggan sejumlah selebriti, salah satunya Dian Sastrowardoyo.
Berbagai kue karya Spatula n Friend pun tak hanya bisa dinikmati warga Jakarta dan Bandung saja, tapi juga oleh warga di kota-kota besar lainnya. Andini menggunakan sistem ekspedisi khusus untuk kue ketika harus mengirim ke luar kota. Mengirim cake memang harus pakai ekspedisi khusus, karena risikonya lebih tinggi. Tapi untuk cookies atau cupcakes relatif lebih aman. Bahkan pernah ada pelanggannya yang membawa cupcakes buatannya sampai ke Afrika.

Untuk mengenalkan kue-kue cantik buatannya, Andini memilih memasarkan usaha lewat media sosial. Biasanya pelanggan yang memesan kue padanya, akan ia tanya, tahu Spatula n Friends dari mana ? Ternyata mereka lebih banyak mendapatkannya melalui googling hingga akhirnya terhubung ke web Spatula n Friends.
Uniknya, Andini tidak melulu berjualan kue. Ia juga menularkan kepiawaiannya mengolah bahan mentah menjadi kue cantik dan unik ke banyak orang lewat kursus singkat. Kelas atau workshop itu sudah ia dirikan sejak awal Spatula n Friend berdiri, karena memang banyak orang yang minta diajari cara membua kue padanya. Sekali workshop biasanya minimal diikuti tiga orang. Ia juga secara reguler mengajar di international school yang punya ekstakurikuler cake decorationuntuk anak sekolah dasar.
Dengan segala yang telah ia lakukan ini, Andini optimis usahanya akan terus berkembang. Ia bahkan sudah memiliki sejumlah rencana untuk masa mendatang, yakni dengan membuka gerai di sebuah restoran dan mal, khusus untuk menjual dessert cupcake. Ia pun juga ingin menulis dan membuat buku tentang bagaimana cara membuat cake yang baik.
Tak lupa, Andini memberi saran bagi yang tertarik mencoba bisnis serupa dengannya. Sebaiknya jangan pernah berhenti berkreasi dengan memanfaatkan bahan yang ada. Untuk membuat cakepop misalnya, bisa diakali dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah agar tidak mengeluarkan biaya yang besar. Atau bisa juga dengan menggunakan permen, bila tidak ada fondant. Standar rasa juga penting, jangan sampai kue bentuknya bagus tapi rasanya tidak enak.
Saran lain dari Andini untuk yang ingin punya usaha, membangun jaringan sangatlah penting. Manfaatkan semaksimal mungkin media sosial dan lakukan terus sistem marketing dari mulut ke mulut. Menurut Andini, bisnis kue potensinya sangat besar, apalagi saat ini banyak orang yang minta antaran berupa cupcake atau cake cantik.


Order SPATULA N FRIEND :
SMS / whatsapp to 081280265398
Email to spatulaandfriends@gmail.com

amura courier
: layanan jasa kurir untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Cepat, professional, dan bertanggung jawab. Tlp & sms : 085695138867





reff : http://indonesiaenterpreneur.blogspot.com/2013/10/anastasia-andini-darmadi-pemilik.html
Read More